Revolusi Unicorn Militer: 2025 Catat Rekor Startup Pertahanan Jadi Miliarder Berkat Drone, China, dan Ukraina!

Revolusi Unicorn Militer: 2025 Catat Rekor Startup Pertahanan Jadi Miliarder Berkat Drone, China, dan Ukraina!
(Foto : Tribunnews.com)

KabarsuarakyatTahun 2025 resmi mencatatkan sejarah baru di dunia startup: untuk pertama kalinya, sektor pertahanan dan teknologi militer berhasil melahirkan lebih banyak unicorn dibandingkan sektor kesehatan digital dan fintech gabungan. Hingga akhir November 2025, setidaknya 18 startup defense tech di seluruh dunia telah menyentuh valuasi di atas US$1 miliar, rekor tertinggi sepanjang masa.

Angka ini melonjak tiga kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang hanya mencatatkan lima unicorn serupa.

Apa yang membuat 2025 menjadi “tahun emas” bagi para pengusaha perang?

Tiga Pemicu Utama Ledakan Defense Tech

  1. Perang Drone di Ukraina Mengubah Persepsi Investor Sejak 2022, dunia menyaksikan bagaimana drone murah senilai US$500 mampu menghancurkan tank Rusia seharga US$3 juta. Efeknya? Negara-negara NATO dan sekutunya berbondong-bondong membuka tender raksasa untuk teknologi serupa. Startup yang dulunya dianggap “terlalu berisiko” oleh venture capital kini menjadi rebutan. Seorang partner di firma VC Silicon Valley yang enggan disebut namanya mengaku, “Kami dulu takut menyentuh defense tech karena stigma. Sekarang? Kami malah takut ketinggalan.”
  2. China Membuka Keran Investasi Militer Swasta Beijing secara diam-diam melonggarkan aturan investasi di sektor strategis sejak pertengahan 2024. Hasilnya, ratusan juta dolar mengalir ke startup yang mengembangkan hypersonic drone, swarm intelligence, dan counter-drone system. Dua startup asal Shenzhen bahkan masuk daftar unicorn dalam waktu kurang dari 10 bulan – rekor tercepat di Asia.
  3. Anggaran Pertahanan Global Meledak SIPRI mencatat anggaran pertahanan dunia tahun 2025 menyentuh US$2,4 triliun, naik 9,2% dari tahun sebelumnya. Pemerintah tak lagi ingin bergantung pada kontraktor raksasa seperti Lockheed Martin atau BAE Systems yang lambat berinovasi. Mereka memburu solusi cepat, murah, dan skalabel – tepat yang ditawarkan startup.

Siapa Saja “Miliarder Baru” Ini?

Beberapa nama yang kini jadi bahan pembicaraan di kalangan investor:

  • Anduril Industries (AS) – valuasi melonjak menjadi US$28 miliar setelah kontrak ratusan juta dolar dengan Pentagon untuk sistem pertahanan otonom.
  • Skydio (AS) – raja drone otonom yang kini dipakai di lebih dari 20 negara.
  • Shield AI (AS) – spesialis AI untuk pesawat tanpa awak, baru saja menutup putaran seri G senilai US$900 juta.
  • Quantum Systems (Jerman) – drone intai bertenaga hidrogen yang laris manis di Eropa Timur.
  • DJI spin-off misterius di Tiongkok yang konon didukung langsung oleh PLA – meski belum mau membuka identitas.

Indonesia Ikut Kecipratan?

Di dalam negeri, gelombang ini mulai terasa. Beberapa startup lokal yang awalnya fokus pada drone agritech kini diam-diam mengalihkan portofolio ke defense. Salah satu pendiri startup drone Tanah Air yang kini berkantor di Batam mengaku, “Dua tahun lalu kami masih survei sawah. Sekarang kami dites di Natuna. Permintaannya datang dari atas.”

Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Pertahanan juga mulai membuka program inkubasi khusus defense tech dengan dana awal Rp250 miliar untuk 2026. Ini sinyal kuat bahwa Indonesia tak mau ketinggalan revolusi ini.

Masa Depan: Damai atau Justru Perang yang Lebih Murah?

Yang menarik, para pendiri startup ini tak lagi malu-malu mengatakan misi mereka. Palmer Luckey, pendiri Anduril, blak-blakan: “Kami ingin membuat perang jadi terlalu mahal untuk dimulai, tapi terlalu murah untuk kalah.”

Apakah ini berarti dunia akan lebih aman, atau justru lebih mudah berperang karena senjata canggih kini bisa dibuat dalam garasi?

Yang pasti, 2025 sudah membuktikan satu hal: di era baru ini, anak muda dengan laptop dan 3D printer bisa mengubah peta kekuatan dunia lebih cepat daripada negara adidaya manapun.

Dan revolusi ini baru saja dimulai.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar