Drama Adu Penalti! Arsenal Tembus Semifinal Carabao Cup Usai Kalahkan Crystal Palace 8-7
Pertandingan quarter-final ini berlangsung panas sejak menit awal. The Gunners, yang tampil dominan di kandang sendiri, terus menggempur pertahanan Palace yang dipimpin kiper tangguh Walter Benitez. Meski Bukayo Saka dan rekan-rekannya melancarkan serangan bertubi-tubi, termasuk melalui tendangan sudut dan umpan silang berbahaya, gol pembuka baru datang di menit ke-79.
Sayangnya bagi Palace, gol itu lahir dari kaki pemain mereka sendiri. Maxence Lacroix tanpa sengaja mendorong bola ke gawangnya saat berusaha menghalau sepak pojok Saka. Own goal itu membuat Arsenal unggul 1-0, dan suporter tuan rumah mulai merayakan kemenangan yang sepertinya sudah di tangan.
Namun, sepak bola selalu penuh kejutan. Di injury time yang panjang – mencapai menit ke-90+4 – Palace bangkit. Marc Guehi muncul sebagai pahlawan dengan menyambar bola pantul dari sundulan Jefferson Lerma usai tendangan bebas Adam Wharton. Gol penyama kedudukan itu membuat skor menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke adu tos-tosan.
Adu penalti berjalan luar biasa ketat. Kedua tim menunjukkan eksekusi sempurna selama 15 tendangan pertama. Tak ada satu pun yang gagal, membuat tensi semakin memuncak. Hingga akhirnya, di tendangan kesembilan Palace, Lacroix – yang sebelumnya sudah "berkontribusi" own goal – kembali menjadi pusat perhatian.
Kepa Arrizabalaga, kiper pinjaman Arsenal yang jarang mendapat menit bermain, menjadi bintang utama. Ia berhasil menebak arah tendangan Lacroix dan menepis bola dengan gemilang. Emirates Stadium langsung meledak dalam sorak sorai kegembiraan. Arsenal menang 8-7 dan memastikan tiket ke semifinal.
Kemenangan ini semakin spesial karena Arsenal kini akan menghadapi rival sekota, Chelsea, di babak semifinal yang digelar dua leg. Leg pertama dijadwalkan di Stamford Bridge pada pertengahan Januari mendatang, sementara leg kedua di Emirates.
Pelatih Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan kepuasannya usai laga. "Ini malam yang emosional. Kami mendominasi, tapi Palace menunjukkan semangat juang luar biasa. Kepa? Dia fantastis. Penalti selalu lotre, tapi anak-anak tetap tenang," ujar Arteta.
Sementara itu, bagi Crystal Palace di bawah Oliver Glasner, kekalahan ini terasa pahit. Mereka nyaris mencuri kemenangan di kandang lawan, tapi nasib berkata lain. Lacroix, yang mengalami malam buruk, pasti ingin segera melupakannya.
Arsenal kini semakin percaya diri menatap akhir tahun. Setelah drama ini, mereka akan menjamu Brighton di Premier League pada 27 Desember, diikuti Aston Villa pada 30 Desember. Sementara di Carabao Cup, impian mempertahankan gelar – atau setidaknya mencapai final – masih terbuka lebar.
Pertandingan seperti ini yang membuat sepak bola begitu dicinta. Penuh drama, ketegangan, dan momen tak terlupakan. Bagi fans Arsenal, malam tadi adalah bukti bahwa tim kesayangan mereka punya mental juara.

