Gempa M 7,1 Guncang Sulut 11 Januari: Bangunan Roboh & Warga Talaud Panik, Cek Kondisinya!

Gempa M 7,1 Guncang Sulut 11 Januari: Bangunan Roboh & Warga Talaud Panik, Cek Kondisinya!
Dampak kerusakan infrastruktur pasca gempa M 7,1 di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, 11 Januari 2026/Dok. KabarSuaRakyat

Kabarsuarakyat - Setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Minggu, 11 Januari 2026, suasana yang tenang di penghujung pekan berubah menjadi kepanikan besar. Getaran besar yang dirasakan selama beberapa detik tersebut menyebabkan kerusakan besar pada banyak bangunan, dan ribuan orang melarikan diri dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri.

Kronologi Getaran Hebat di Tapal Batas: Informasi yang dikumpulkan menunjukkan bahwa getaran mulai dirasakan pada pukul 10.13 WITA. Berpusat di laut, gempa ini sangat kuat sehingga dirasakan di beberapa wilayah tetangga seperti Sangihe, Bitung, hingga Manado. Namun, daerah paling parah dilaporkan terjadi di daerah Melonguane dan sekitarnya, yang paling dekat dengan pusat episentrum.

Orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu mengatakan mereka merasakan getaran vertikal yang menyebabkan dinding bangunan retak dan barang elektronik jatuh. Mereka mengatakan bahwa guncangan itu sangat keras, bukan sekadar goyangan biasa. Salah satu penduduk di Kecamatan Damau mengatakan, "Kami semua langsung lari ke lapangan terbuka karena takut atap rumah roboh."

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Publik: Laporan kerusakan fisik mulai muncul hingga Minggu siang. Dilaporkan bahwa beberapa fasilitas publik, termasuk gedung puskesmas dan ruang kelas di sekolah dasar setempat, mengalami retakan besar pada struktur utama dan roboh pada bagian atap.

Sebagian rumah warga, terutama di daerah pesisir, dilaporkan runtuh. Saat ini, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan pendataan manual di lapangan untuk mengetahui berapa banyak bangunan yang terdampak serta mengetahui apakah ada korban luka karena tertimpa material bangunan.

Analisis Gempa: Tidak Berpotensi Tsunami Pemerintah mengatakan bahwa gempa ini, meskipun berkekuatan tinggi di atas Magnitudo 7, tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Tidak ada kenaikan permukaan air laut yang signifikan diduga disebabkan oleh karakteristik gempa yang berada pada kedalaman menengah.

Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Dalam 24 jam ke depan, diperkirakan akan terjadi gempa susulan (aftershocks) dengan intensitas yang lebih rendah. Hal ini menempatkan bangunan yang telah mengalami retakan pada guncangan pertama dalam bahaya.

Pemerintah daerah setempat mengimbau warga agar:
  • Hindari Bangunan Retak
  • Jangan memasuki rumah yang sudah mengalami kerusakan struktural.
Pantau Informasi Resmi: Tetap tenang dan hanya percaya pada informasi yang diberikan oleh kanal komunikasi pemerintah. Ini akan membantu Anda menghindari hoaks yang sering beredar setelah bencana.

Siapkan Tas Siaga: Jika terjadi guncangan lagi, pastikan dokumen penting dan kebutuhan darurat berada di tempat yang mudah dijangkau.

Hingga berita ini ditulis, beberapa tiang listrik yang miring menyebabkan gangguan aliran listrik di beberapa tempat di Kepulauan Talaud. Petugas gabungan masih berada di lapangan untuk menyediakan bantuan medis dan tenda darurat bagi mereka yang rumahnya tidak layak huni untuk sementara waktu.
Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar