Viral CCTV! Mantan Menantu Salami Lansia Riau Lalu Hantam Kayu hingga Tewas Brutal
Peristiwa tragis ini terjadi pada akhir April 2026 di sebuah rumah sederhana di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Rumbai, Pekanbaru. Korban, seorang wanita berusia 60 tahun bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio, ditemukan tewas dengan luka parah di kepala. Yang membuat kasus ini semakin mengguncang adalah pelakunya bukan orang asing, melainkan orang yang pernah menjadi bagian dari keluarga: mantan menantu korban berinisial AF, seorang perempuan berusia sekitar 30-an tahun.
Rekaman CCTV yang kini viral menunjukkan adegan yang sulit dilupakan. Dalam video berdurasi pendek tersebut, terlihat AF datang ke rumah korban dengan langkah biasa. Ia mendekat, menyapa ramah, lalu melakukan salam hormat khas keluarga salami seolah-olah sedang berkunjung biasa. Korban yang sedang duduk di teras menyambutnya dengan senyuman. Namun, hanya dalam hitungan detik, situasi berubah mengerikan.
Dari balik pintu, muncul sosok lain yang diduga rekan pelaku. Tanpa aba-aba, mereka menyerang korban dengan balok kayu berukuran sedang. Hantaman demi hantaman mendarat di kepala dan tubuh korban. Korban sempat berusaha melindungi diri, tapi tenaganya tak cukup melawan kekejaman itu. Darah mengalir deras, dan korban ambruk tak berdaya. Pelaku kemudian terlihat menggeledah rumah sebelum melarikan diri meninggalkan korban dalam keadaan tak bernyawa.
Kapolres Pekanbaru Kombes Pol Andi Saputra mengungkapkan bahwa tim investigasi sedang bekerja keras mengungkap motif di balik pembunuhan ini. “Kami telah memeriksa rekaman CCTV dari berbagai sudut dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi. Motif utama diduga perampokan, namun ada indikasi keterlibatan emosional karena hubungan keluarga yang pernah terjalin,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut informasi yang dihimpun, AF dan korban memang memiliki hubungan keluarga yang rumit. AF pernah menikah dengan anak korban, tapi pernikahan itu berakhir beberapa tahun lalu. Meski demikian, hubungan di antara mereka sempat tetap terjaga hingga akhir-akhir ini. Tetangga sekitar rumah korban mengaku terkejut berat. “Bu Dimaris orangnya baik sekali, sering membantu tetangga. Siapa sangka mantan menantunya yang biasa datang main malah melakukan hal sekeji ini,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kasus ini bukan sekadar pembunuhan biasa. Ia membuka luka lama tentang kerapuhan kepercayaan dalam keluarga, terutama bagi lansia yang sering hidup sendirian. Di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap orang tua, peristiwa di Rumbai ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman terbesar kadang justru datang dari orang terdekat. Data kepolisian menunjukkan tren peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga dan terhadap lansia di Riau dalam dua tahun terakhir, meski angka pastinya masih terus dikaji.
Yang membuat berita ini meledak di dunia maya adalah kecepatan penyebaran video CCTV. Dalam waktu kurang dari 48 jam, rekaman itu sudah ditonton jutaan kali di berbagai platform. Netizen ramai mengecam aksi “salami lalu hantam” yang dianggap sangat keji dan penuh pengkhianatan. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang yang pernah disambut sebagai keluarga tega melakukan hal seburuk itu demi harta?
Polisi saat ini sedang memburu AF dan satu pelaku lainnya yang masih buron. Pihak berwenang telah menyebarkan identitas dan ciri-ciri pelaku ke seluruh wilayah Riau dan provinsi tetangga. “Kami mohon masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku segera melapor. Jangan coba-coba melindungi karena ini kasus pembunuhan berencana,” tegas Andi Saputra.
Di balik gemparnya pemberitaan, ada sisi kemanusiaan yang tak kalah penting. Keluarga korban kini berduka dan meminta agar kasus ini segera diusut tuntas. Mereka juga berharap agar peristiwa ini tidak hanya menjadi bahan viral sementara, melainkan mendorong perubahan nyata dalam perlindungan lansia. “Ibu kami orang yang sangat penyayang. Kami tidak menyangka akan berakhir seperti ini,” kata salah seorang anak korban dengan suara tercekat.
Kasus pembunuhan lansia di Riau ini juga memicu diskusi lebih luas tentang keamanan rumah bagi orang tua. Para ahli psikologi dan kriminologi menyarankan agar keluarga lebih waspada terhadap mantan anggota keluarga yang memiliki masalah keuangan atau konflik masa lalu. Selain itu, pemasangan CCTV di rumah lansia kini semakin dianjurkan sebagai langkah pencegahan dini.
Sementara itu, masyarakat Riau dan sekitarnya masih terus membicarakan kasus ini. Banyak yang berharap keadilan segera ditegakkan. Video viral itu, meski menyayat hati, setidaknya telah membuka mata publik tentang realita pahit yang bisa terjadi di balik pintu rumah mana pun.
Hingga berita ini diturunkan, proses autopsi korban telah selesai dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi terus menggali bukti tambahan, termasuk riwayat komunikasi antara pelaku dan korban sebelum kejadian.
Tragedi ini meninggalkan banyak pertanyaan: Seberapa dalam luka masa lalu yang bisa mendorong seseorang melakukan kekejaman? Dan seberapa aman sebenarnya lansia kita di tengah keluarga sendiri? Hanya waktu dan proses hukum yang akan memberikan jawaban. Sementara itu, mari kita jaga satu sama lain, terutama mereka yang sudah renta dan hanya mengandalkan kepercayaan serta kasih sayang.

