Banjir Sumut 2025: 116 Jiwa Raib, Medan Lumpuh Total – Kisah Ngeri Warga yang Bertahan di Tengah Gelombang Maut!

Banjir Sumut 2025: 116 Jiwa Raib, Medan Lumpuh Total – Kisah Ngeri Warga yang Bertahan di Tengah Gelombang Maut!
(Foto : Kompas.com)

KabarsuarakyatAir cokelat keruh masih menggenangi Jalan Sisingamangaraja hingga dada orang dewasa. Di kejauhan, teriakan minta tolong nyaris tenggelam oleh deru mesin perahu karet TNI dan Basarnas. Sumatera Utara kini benar-benar berduka. Hingga Sabtu malam ini, 29 November 2025, angka kematian akibat banjir bandang dan longsor yang melanda 15 kabupaten/kota telah tembus 116 jiwa, dengan 42 orang lainnya masih dalam status hilang.

Tapanuli Selatan menjadi wilayah yang paling parah dilanda musibah. Dari 32 korban meninggal di kabupaten ini, sebagian besar tertimbun longsor di Kecamatan Angkola Timur dan Sipirok. “Rumah kami lenyap dalam hitungan menit. Saya hanya sempat gendong anak bungsu, yang lain… ya Tuhan,” cerita Rina boru Siregar, 34 tahun, sambil memeluk erat bayinya di posko pengungsian SMPN 1 Batang Toru.

Di Kota Medan, sungai Deli, Babura, dan Belawan meluap bersamaan sejak Jumat dini hari. Sebelas kecamatan terendam total. Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Belawan, hingga Medan Tembung lumpuh. Jalan tol Medan-Binjai sempat ditutup karena genangan mencapai dua meter. Ribuan rumah terendam, listrik padam di 60 persen wilayah kota, dan aktivitas pasar tradisional terhenti.

“Sudah tiga hari ini kami tidur di atas meja sekolah. Anak saya demam tinggi, tapi susah cari obat karena apotek-apotek pada tutup,” keluh Hasan, warga Kelurahan Besar, Medan Labuhan, yang kini mengungsi bersama istri dan tiga anaknya di SD Negeri 101793.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperingatkan, tanah di lereng-lereng Toba dan sekitar Danau Toba masih jenuh air. Longsor susulan masih mengintai, terutama di Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir. Sementara BMKG menyebut bibit siklon tropis 95B (Senyar) di Samudera Hindia masih memicu hujan ekstrem hingga awal Desember.

Gubernur Sumatera Utara telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, hingga 11 Desember 2025. Helikopter Super Puma TNI AU dikerahkan untuk menjangkau desa-desa terisolasi di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Truk-truk logistik dari Jakarta dan provinsi tetangga terus berdatangan, tapi akses jalan yang terputus membuat distribusi bantuan terhambat.

Di media sosial, tagar #PrayForSumatera dan #BanjirSumut2025 mendominasi tren. Foto-foto rumah yang tersapu air bah, video evakuasi dramatis, dan jeritan pilu keluarga korban menjadi pemandangan yang membuat jutaan netizen tak sanggup berkata-kata.

Malam ini, langit Medan kembali gelap gulita. Hujan rintik-rintik masih turun, seolah tak peduli dengan tangis ribuan warga yang kehilangan segalanya. Di tengah keputusasaan itu, masih ada cerita-cerita kecil tentang kemanusiaan: pemuda yang mengayuh perahu rakitan demi antar susu untuk bayi tetangga, relawan yang berjalan kaki 12 kilometer membawa obat-obatan, dan doa-doa yang terus menggema dari masjid dan gereja di penjuru Sumut.

Banjir belum surut. Pencarian korban masih berlanjut. Tapi di balik air yang terus naik, semangat bertahan warga Sumatera Utara tetap menggelora.

Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Pantau terus update banjir Sumut 2025 hanya di portal berita Anda. Semoga musibah ini segera berlalu, dan Sumatera Utara bangkit lebih kuat. Amin.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar