Hilang Tanpa Jejak 3 Hari: Pesan Mencekam Terakhir Walikota Sibolga Sebelum Banjir Maut Rampas 62 Nyawa!
Yang membuat tragedi ini semakin mengguncang adalah hilangnya Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, yang hingga Jumat siang (28/11/2025) belum ditemukan tanda-tanda keberadaannya.
Pesan terakhir yang dikirim Syukri melalui grup WhatsApp “Forkopimda Sibolga” pada pukul 21:47 WIB, Rabu malam lalu, kini menjadi bukti terakhir bahwa orang nomor satu di kota itu berada di garis terdepan menghadapi bencana.
“Air sudah masuk ke rumah dinas. Saya ke Posko Tanggap Darurat sekarang. Mohon doanya, semoga kita semua selamat. Jika ada apa-apa, saya titip kota ini kepada wakil dan seluruh ASN,” tulis Syukri dengan nada yang terdengar tenang namun penuh firasat.
Tak ada lagi balasan setelah pesan itu. Telepon genggamnya mati total sejak pukul 22:13 WIB.
Menurut keterangan sejumlah staf dan satpol PP yang sempat mendampingi, Syukri bersikeras turun langsung ke Kelurahan Pasar Baru dan Kampung Madras, dua titik terparah, meski hujan deras disertai petir terus mengguyur. Mobil dinas Toyota Innova hitam bernopol BK 1 D itu terakhir terlihat terjebak di Jalan Sisingamangaraja sekitar pukul 22:30 WIB. Saat itu, air bah setinggi dada orang dewasa sudah menggenangi jalan utama kota.
“Pak Wali bilang ‘saya harus lihat sendiri, rakyat saya di mana’. Kami sudah minta beliau kembali, tapi beliau tetap maju. Tiba-tiba ada gelombang besar dari arah Bukit Holbung, kami semua terpencar,” cerita Rudi Hartono, sopir pribadi wali kota, dengan suara tercekat.
Hingga berita ini diturunkan, Basarnas, TNI, Polri, dan ribuan relawan masih terus menyisir sungai-sungai kecil yang bermuara ke Teluk Tapian Nauli serta lereng-lereng bukit yang longsor. Beberapa saksi mata mengaku melihat mobil dinas terbawa arus, namun belum ada konfirmasi resmi.
Sementara itu, jumlah korban terus bertambah. Rumah sakit umum daerah Sibolga dan empat rumah sakit swasta di kota itu sudah kewalahan. Mayat-mayat yang berhasil dievakuasi terpaksa dititipkan di masjid-masjid dan aula kecamatan karena kamar jenazah penuh.
“Yang paling banyak anak-anak dan lansia. Banyak yang tertimbun di rumah-rumah panggung yang ambruk,” ujar dr. Rina Sitorus, juru bicara Satgas Penanganan Bencana Sibolga, dengan mata berkaca-kaca.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Presiden RI bahkan dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana besok pagi (29/11/2025). Bantuan logistik dari berbagai daerah terus berdatangan, namun akses menuju Sibolga dari Medan masih terputus total akibat longsor di jalur Trans Sumatera.
Di tengah duka yang menyelimuti, harapan kecil masih menyala. Sejumlah warga percaya, jika ada orang yang mampu bertahan di tengah amukan alam sebesar ini, itu adalah Syukri – pria yang dikenal keras kepala, selalu turun ke lapangan, dan tak pernah mau duduk diam saat rakyatnya menderita.
“Saya yakin Pak Wali masih hidup. Beliau orang kuat. Doakan saja,” ucap Siti Amina, warga Kelurahan Aek Manis yang rumahnya hanyut, sambil memegang foto wali kota yang berhasil diselamatkan dari puing-puing.
.webp)
