Bom Waktu Nataru 2025: Pencurian Melonjak di Jakarta, Polisi Razia Miras Ilegal
"Peningkatan ini sudah kami prediksi sejak Oktober lalu. Pola klasik setiap akhir tahun: rumah kosong, mobilitas tinggi, dan peredaran miras ilegal yang memicu tindak pidana," ujar sumber senior di Polda Metro Jaya, Senin (2/12/2025).
Yang paling mencolok adalah kasus pencurian rumah kosong di perumahan elite Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dalam dua pekan terakhir saja, puluhan laporan masuk ke polsek-polsek setempat. Pelaku semakin berani, bahkan beraksi di siang bolong dengan modus pura-pura jadi tukang atau kurir paket.
Tak kalah mengkhawatirkan, razia besar-besaran yang digelar polisi di berbagai daerah mengungkap peredaran minuman keras (miras) ilegal dalam jumlah fantastis. Di Sragen, Jawa Tengah, hanya dalam satu malam operasi, petugas menyita ribuan botol miras oplosan dan ratusan liter ciu yang siap dibawa ke Jakarta dan sekitarnya. Miras jenis ini menjadi "bahan bakar" utama bagi pelaku kejahatan jalanan, mulai dari tawuran hingga pembegalan.
"Kami temukan miras ini dijual bebas di pinggir jalan dengan harga murah. Efeknya langsung: orang mabuk, hilang kesadaran, lalu nekat berbuat kriminal," kata Kepala Satreskrim Polres setempat usai razia.
Polri telah mengeluarkan peringatan keras: Operasi Lilin Nataru 2025 akan digelar lebih awal dan lebih masif dibanding tahun sebelumnya. Ribuan personel diturunkan, pos pengamanan diperbanyak, dan patroli malam ditingkatkan di titik-titik rawan. Masyarakat juga diimbau tidak memposting jadwal mudik atau foto rumah kosong di media sosial.
"Kami tidak ingin Nataru tahun ini kembali diwarnai tragedi. Rumah kosong jadi sasaran empuk. Jangan beri celah kepada pelaku," tegas Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Di tengah euforia menyambut liburan, ancaman kejahatan nyata mengintai di setiap sudut kota. Satu pesan jelas dari aparat: waspada bukan paranoia, tapi keharusan. Karena di balik gemerlap lampu Natal dan kembang api pergantian tahun, bom waktu kriminalitas sudah mulai berdetak.

