DPR vs Pahlawan Rakyat: Ferry Irwandi 'Sok Paling' Rp10 Miliar, Banjir Dukungan Netizen Hantam Endipat Wijaya!

DPR vs Pahlawan Rakyat: Ferry Irwandi 'Sok Paling' Rp10 Miliar, Banjir Dukungan Netizen Hantam Endipat Wijaya!
(Foto : Detik.com)

KabarsuarakyatDunia maya kembali bergemuruh. Kali ini bukan karena selebriti patah hati atau tren tiktok baru, tapi karena satu nama yang tiba-tiba jadi penutup luka sekaligus pemantik amarah: Ferry Irwandi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus filantropis ini berhasil menggalang dana lebih dari Rp10,3 miliar untuk korban banjir bandang di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Angka yang fantastis, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih terasa berat bagi mayoritas rakyat.

Tapi bukannya mendapat pujian, aksi cepat tanggap Ferry justru menuai sindiran pedas dari seorang anggota DPR RI, Endipat Wijaya, di rapat kerja Komisi I pada Senin (8/12) lalu.

“Dari mana duitnya? Kok bisa segitu cepat? Jangan-jangan cuma sok paling kerja,” ujar Endipat dengan nada yang terdengar lebih mirip cemburu ketimbang pertanyaan resmi.

Ucapan itu langsung viral. Rekaman sidang yang bocor ke media sosial dalam hitungan menit membuat nama Endipat Wijaya trending nomor satu di X selama dua hari berturut-turut. Bukan karena prestasi, tapi karena hujatan bertubi-tubi dari netizen.

Ferry Irwandi, yang selama ini dikenal low profile soal kegiatan amalnya, akhirnya angkat bicara. Lewat stories Instagram pribadinya, dia menuliskan kalimat pendek yang justru makin membuat publik jatuh cinta:

“Maaf ya, gue malah ngerasa kurang. Masih banyak yang belum kebagian bantuan.”

Satu kalimat itu cukup. Ribuan komentar membanjiri kolomnya. Dari “Bang Ferry presiden 2029” sampai “DPR mana yang bisa gini?”. Akun-akun besar, influencer, sampai artis papan atas ikut angkat suara mendukung.

Yang menarik, donasi Rp10 miliar itu bukan uang pribadi Ferry sepenuhnya. Dari laporan transparansi di platform penggalangan dana, lebih dari 180.000 orang ikut menyumbang dalam waktu singkat. Artinya, ini bukan sekadar aksi satu orang kaya, tapi gelombang solidaritas rakyat kecil yang percaya Ferry bisa menyalurkan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, Endipat Wijaya sampai hari ini belum memberikan klarifikasi resmi. Kantornya di DPR hanya menyampaikan pernyataan singkat bahwa ucapan tersebut “diambil di luar konteks”. Namun, konteks seperti apa yang bisa membenarkan sindiran terhadap aksi kemanusiaan sebesar itu?

Publik kini terbelah dua. Di satu sisi ada yang menilai Ferry memang terlalu ekspos, di sisi lain jauh lebih banyak yang melihat ini sebagai cerminan nyata: ketika rakyat biasa dan pengusaha bersatu, mereka bisa bergerak lebih cepat daripada institusi negara.

Hari ini, akun Kitabisa yang digunakan Ferry sudah menembus Rp12,8 miliar. Bantuan berupa perahu karet, tenda keluarga, obat-obatan, dan logistik darurat terus dikirim ke lokasi bencana. Video-video dari lapangan yang diunggah relawan memperlihatkan warga menangis haru saat menerima bantuan bertuliskan “Dari Ferry Irwandi dan 200.000+ Saudara Sebangsa”.

Di tengah banjir dukungan itu, satu pertanyaan menggantung: kapan wakil rakyat di Senayan bisa menunjukkan kecepatan dan ketulusan yang sama?

Ferry sendiri sudah menutup galang donasinya malam ini dengan pesan penutup:

“Terima kasih Indonesia. Kita sudah cukup. Sekarang giliran negara ambil alih. Tugas kita selesai, tugas mereka baru mulai.”

Kalimat itu lagi-lagi viral. Dan kali ini, tak ada yang berani menyindir lagi.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar