Tragedi Pagi Ini: 350 Kios Buah di Pasar Induk Kramat Jati Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Tragedi Pagi Ini: 350 Kios Buah di Pasar Induk Kramat Jati Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik
(Foto : Merdeka.com)

KabarsuarakyatPagi yang seharusnya sibuk dengan aktivitas bongkar muat buah-buahan segar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, berubah menjadi mimpi buruk. Kobaran api besar tiba-tiba melahap ratusan kios pedagang, meninggalkan jejak kehancuran yang menyayat hati menjelang akhir tahun.

Kejadian tragis ini bermula sekitar pukul 07.15 WIB di kawasan Los Buah Blok C2, salah satu pusat distribusi buah terbesar di ibu kota. Api diduga berasal dari korsleting listrik pada sebuah toko plastik di area tersebut. Dalam hitungan menit, percikan api kecil itu berubah menjadi bola api raksasa, dipercepat oleh angin kencang dan material mudah terbakar seperti kardus, plastik, serta tumpukan buah segar yang baru tiba dari berbagai daerah.

Pedagang yang sedang sibuk menata dagangan baru saja datang langsung panik. Banyak dari mereka berusaha menyelamatkan barang sebisa mungkin, namun api yang menyebar begitu cepat membuat upaya itu sia-sia. "Saya baru saja bongkar muatan buah dari truk, tiba-tiba ada ledakan kecil dan api langsung menyambar," cerita salah seorang saksi mata, seorang sopir truk yang kebetulan berada di lokasi. Kepanikan melanda seluruh pasar, dengan pedagang dan pembeli berlarian menjauh sambil berteriak meminta tolong.

Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur sigap merespons. Laporan masuk sekitar pukul 07.24 WIB, dan dalam waktu singkat, puluhan unit mobil damkar dengan ratusan personel dikerahkan ke lokasi di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati. Bahkan, robot pemadam khusus diturunkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses. Berkat kerja keras mereka, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB, meski proses pendinginan masih berlangsung hingga siang hari untuk mencegah kebakaran susulan.

Hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 350 kios pedagang buah di Blok C2 hangus total. Kerugian materiil belum bisa dihitung pasti, tapi diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, mengingat stok buah segar yang baru datang untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun. Yang menggembirakan, tidak ada korban jiwa atau luka berat dalam peristiwa ini. Semua pedagang dan pengunjung berhasil dievakuasi dengan selamat.

Pasar Induk Kramat Jati bukan sekadar pasar biasa. Ini adalah jantung distribusi buah dan sayur untuk seluruh Jakarta dan sekitarnya. Ribuan ton komoditas pangan mengalir melalui sini setiap hari, menyuplai pasar tradisional hingga supermarket besar. Kebakaran ini tentu berdampak luas: harga buah segar berpotensi naik sementara, pasokan terganggu, dan ratusan pedagang kecil kehilangan mata pencaharian mendadak.

Beberapa pedagang yang ditemui di lokasi tampak lesu dan putus asa. "Dagangan baru datang malam tadi, semuanya habis. Bagaimana mau rayain akhir tahun kalau begini," keluh seorang pedagang pepaya yang kiosnya ludes. Yang lain berharap ada bantuan cepat dari pemerintah daerah, termasuk relokasi sementara atau santunan untuk memulai kembali.

Pihak berwenang kini fokus pada investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa. Korsleting listrik sering menjadi biang keladi kebakaran di pasar tradisional, terutama karena instalasi listrik yang sudah tua dan beban berlebih. Ini menjadi pengingat keras bagi semua pengelola pasar di Indonesia untuk meningkatkan standar keamanan, seperti pemasangan alarm otomatis, hidran yang memadai, dan rutinitas pemeriksaan listrik.

Tragedi ini juga datang di saat yang sensitif, jelang Natal dan Tahun Baru di mana permintaan buah melon, semangka, hingga jeruk melonjak drastis. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, karena pasokan dari pasar induk lain diharapkan bisa menutupi kekurangan sementara.

Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati hari ini bukan hanya cerita tentang api yang menghanguskan bangunan, tapi juga tentang ketangguhan para pedagang kecil yang bangkit dari abu. Semoga pemulihan berjalan cepat, dan pasar legendaris ini segera kembali berdenyut seperti sedia kala.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar