Satu Keluarga Asal Boyolali Tewas Seketika dalam Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans

Satu Keluarga Asal Boyolali Tewas Seketika dalam Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans
(Foto : Voi Indonesia)

KabarsuarakyatDini hari yang seharusnya membawa harapan pulang kampung berubah menjadi mimpi buruk bagi puluhan penumpang bus PO Cahaya Trans. Kecelakaan tragis di simpang susun Exit Tol Krapyak, Semarang, menewaskan 16 orang, termasuk satu keluarga utuh asal Boyolali yang sedang dalam perjalanan kembali dari Jakarta.

Bus bernomor polisi B 7201 IV itu melaju dari arah selatan menuju utara sekitar pukul 00.30 WIB. Saat memasuki tikungan menurun di KM 420-200, kendaraan tiba-tiba oleng, menabrak pembatas beton, dan terguling ke sisi kanan. Benturan keras membuat badan bus ringsek parah, menjebak sebagian penumpang di dalamnya.

Di antara korban meninggal dunia, terdapat empat anggota keluarga dari Boyolali dan sekitarnya yang saling terkait. Mereka baru saja menyelesaikan kunjungan keluarga di ibu kota, penuh cerita bahagia tentang pertemuan dengan sanak saudara. Namun, perjalanan pulang yang dinanti-nanti berakhir di tengah tol yang gelap dan sepi.

Seorang kerabat korban yang enggan disebut namanya menceritakan, keluarga tersebut berangkat bersama untuk menjenguk cucu dan kerabat. "Mereka excited sekali mau pulang, sudah lama tidak berkumpul," ujarnya dengan suara parau saat menunggu proses identifikasi di rumah sakit. Kini, rumah duka di Boyolali dipenuhi tangis keluarga besar yang kehilangan orang-orang tercinta sekaligus.

Total penumpang bus mencapai 34 orang, mayoritas warga Jawa Tengah seperti Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta, serta beberapa dari Bogor dan Jakarta. Selain 16 yang tewas—15 di tempat kejadian dan satu meninggal saat dirawat—17 lainnya mengalami luka berat hingga ringan. Mereka langsung dilarikan ke RSUP Dr Kariadi, RS Tugu, dan rumah sakit lain di Semarang.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan dari Basarnas, polisi, Jasa Marga, dan relawan berjuang memotong badan bus untuk menyelamatkan korban yang terjepit. "Kondisi sangat memprihatinkan, beberapa korban terjepit di antara kursi dan besi," kata salah seorang petugas di lokasi.

Polisi menduga kecelakaan disebabkan kecepatan tinggi saat memasuki tikungan, ditambah sopir yang merupakan pengemudi cadangan dan mungkin kurang familiar dengan rute malam hari. Sopir selamat dengan luka ringan dan kini menjalani pemeriksaan intensif, termasuk tes urin untuk memastikan tidak ada pengaruh zat terlarang.

Fakta mengejutkan lain muncul dari pemeriksaan teknis: bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan dalam inspeksi terakhir beberapa minggu lalu. Hal ini memicu pertanyaan besar tentang pengawasan armada angkutan umum, terutama menjelang libur akhir tahun yang rawan lonjakan penumpang.

Gubernur Jawa Tengah langsung turun tangan, menjamin seluruh biaya pemulangan jenazah dan perawatan korban luka. "Kami turut berduka cita mendalam. Pemprov akan tanggung semua proses hingga korban sampai ke pelukan keluarga," tegasnya saat mengunjungi rumah sakit.

Tragedi ini bukan sekadar angka korban, tapi cerita pilu tentang keluarga yang tercerai-berai dalam sekejap. Satu keluarga dari Boyolali yang tewas seketika menjadi simbol duka terdalam, mengingatkan kita semua betapa rapuhnya nyawa di jalan raya.

Kepada para pengguna jalan, khususnya yang merencanakan perjalanan jauh di musim liburan, keselamatan harus jadi prioritas utama. Pilih operator terpercaya, pastikan kendaraan laik, dan sopir dalam kondisi prima. Karena di balik setiap kecelakaan, ada keluarga yang menunggu kepulangan yang tak pernah tiba.

Duka mendalam untuk seluruh korban kecelakaan maut Tol Krapyak. Semoga arwah mereka diterima di sisi-Nya, dan keluarga diberi kekuatan menghadapi cobaan ini.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar