Penipuan Wedding Organizer Tipu Ratusan Calon Pengantin, Kerugian Capai Miliaran Rupiah!

Penipuan Wedding Organizer Tipu Ratusan Calon Pengantin, Kerugian Capai Miliaran Rupiah!
(Foto : Merdeka.com)

KabarsuarakyatMimpi indah hari pernikahan berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan pasangan muda di ibu kota dan sekitarnya. Sebuah jasa penyelenggara pernikahan yang sempat dipercaya banyak calon pengantin, kini menjadi pusat sorotan setelah diduga melakukan praktik penipuan sistematis yang merugikan hingga miliaran rupiah.

Kasus ini mulai mencuat ke publik ketika beberapa resepsi pernikahan pada awal Desember 2025 berlangsung kacau balau. Para tamu undangan datang dengan penuh harapan, namun harus pulang dengan perut kosong karena hidangan katering yang dijanjikan tak kunjung tiba. Dekorasi memang ada, tapi esensi utama dari sebuah pesta pernikahan – makanan dan pelayanan lengkap – hilang begitu saja. Bayangkan, momen sakral yang telah direncanakan bertahun-tahun, tiba-tiba rusak hanya karena janji manis yang tak ditepati.

Modus operandi yang digunakan terbilang licik. Calon pengantin diajak memilih paket lengkap dengan harga kompetitif, mulai dari dekorasi mewah, fotografi profesional, hingga katering untuk ratusan tamu. Pembayaran dilakukan bertahap, bahkan ada yang lunas jauh-jauh hari demi mendapatkan diskon. Namun, uang tersebut rupanya tidak sepenuhnya disalurkan ke vendor terkait. Alih-alih, dana dari klien baru digunakan untuk menutupi kekurangan acara sebelumnya, mirip skema ponzi yang akhirnya runtuh saat korban semakin banyak.

Salah satu kisah pilu datang dari pasangan yang menggelar resepsi di Jakarta Barat. Mereka telah membayar puluhan juta rupiah untuk paket lengkap, termasuk hidangan spesial. Pada hari H, hanya dekorasi yang terpasang, sementara katering tak muncul. Tamu undangan kebingungan, dan keluarga pengantin harus berimprovisasi dengan membeli makanan dadakan dari luar. "Kami malu sekali, ini hari bahagia kami tapi jadi malapetaka," cerita salah seorang korban yang enggan disebut namanya.

Tak lama setelah kejadian itu viral di media sosial, gelombang pengaduan membanjiri kepolisian. Ratusan pasangan dari berbagai wilayah, mulai Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Bekasi dan Bogor, bersatu dalam grup daring untuk saling berbagi cerita. Mereka menemukan pola yang sama: komunikasi awal lancar, promosi menggiurkan, tapi mendekati hari H, pemilik WO sulit dihubungi. Beberapa korban bahkan harus membatalkan atau mengulang acara pernikahan dengan biaya tambahan yang membebani.

Penyelidikan polisi bergerak cepat. Pemilik WO beserta beberapa karyawan kunci diamankan untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal, terungkap bahwa total korban mencapai lebih dari 200 orang, dengan kerugian keseluruhan diperkirakan menyentuh angka Rp11,5 miliar hingga Rp16 miliar. Uang para klien diduga digunakan untuk keperluan pribadi, seperti cicilan properti atau liburan mewah, bukan untuk membayar vendor.

Kasus ini bukan yang pertama di dunia wedding organizer Indonesia. Beberapa tahun belakangan, fenomena serupa pernah terjadi di berbagai kota, merugikan pasangan muda yang sedang membangun rumah tangga. Namun, skala kasus kali ini terbilang luar biasa karena menjerat begitu banyak korban dalam waktu singkat.

Mengapa Penipuan Wedding Organizer Marak Terjadi?

Pernikahan merupakan bisnis besar di Indonesia, dengan pengeluaran rata-rata mencapai ratusan juta rupiah per acara. Calon pengantin sering kali tergiur paket murah dari WO baru yang agresif berpromosi di media sosial. Kurangnya verifikasi mendalam, ditambah tekanan waktu persiapan, membuat mereka mudah percaya.

Para ahli hukum dan konsumen menyarankan beberapa langkah preventif agar tragedi serupa tak terulang:

  • Periksa Legalitas dan Reputasi: Pastikan WO memiliki badan usaha resmi, alamat kantor jelas, dan testimoni asli dari klien sebelumnya. Jangan ragu meminta referensi langsung.
  • Kontrak yang Detail: Semua kesepakatan harus tertulis hitam di atas putih, termasuk daftar vendor mitra dan jadwal pembayaran bertahap. Hindari lunas di muka jika belum ada jaminan.
  • Pembayaran Bertahap: Bayar sesuai milestone, misalnya setelah dekorasi selesai atau vendor dikonfirmasi.
  • Asuransi Acara: Beberapa perusahaan kini menawarkan asuransi pernikahan untuk melindungi dari risiko kegagalan vendor.
  • Koordinasi Langsung dengan Vendor: Setelah bayar ke WO, hubungi langsung vendor katering atau fotografer untuk konfirmasi.

Polisi kini membuka posko khusus untuk menampung aduan korban tambahan. Penyidik berkomitmen menelusuri aliran dana hingga tuntas, agar para pelaku dapat dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan yang ancamannya mencapai bertahun-tahun penjara.

Bagi para calon pengantin yang sedang merencanakan hari bahagia, kasus ini menjadi pengingat pahit: mimpi pernikahan memang indah, tapi harus dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kuat. Jangan sampai euforia sementara membuat Anda jatuh ke lubang kerugian permanen.

Semoga keadilan segera tegak, dan para korban mendapatkan kembali hak mereka, meski momen berharga yang hilang tak tergantikan.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar