Pelajaran Pahitan dari Tragedi Sumatera: Prabowo Perintahkan Bangun Lumbung Desa di Seluruh Indonesia untuk Cegah Krisis Pangan!

Pelajaran Pahitan dari Tragedi Sumatera: Prabowo Perintahkan Bangun Lumbung Desa di Seluruh Indonesia untuk Cegah Krisis Pangan!
(Foto : Merdeka.com)

KabarsuarakyatTragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat sepanjang akhir November hingga Desember 2025 telah meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Ratusan nyawa melayang, ribuan rumah hancur, lahan pertanian tenggelam, dan akses logistik terputus berhari-hari. Di tengah duka itu, Presiden Prabowo Subianto menarik pelajaran berharga: Indonesia harus kembali ke kearifan leluhur dengan membangun lumbung pangan di setiap desa, kecamatan, hingga tingkat nasional untuk mencegah krisis pangan saat bencana melanda.

Dalam pengarahannya kepada para kepala daerah se-Papua di Istana Negara pada Selasa (16/12/2025), Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa bencana di Sumatera menjadi pengingat keras akan kerentanan negeri ini. "Bencana yang kita lihat sekarang di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat memberi pelajaran lagi kepada kita. Kalau komunikasi putus, desa harus bisa bertahan sendiri, kecamatan harus mandiri, begitu juga kabupaten dan provinsi," ujarnya.

Presiden menekankan, Indonesia sebagai negara kepulauan luas sering kali menghadapi tantangan logistik yang mahal. Harga beras yang murah di satu pulau bisa melonjak drastis di pulau lain hanya karena biaya transportasi. "Kita dipaksa oleh alam untuk mengejar swasembada pangan di setiap wilayah," katanya. Solusinya? Hidupkan kembali tradisi lumbung desa yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Mengapa Lumbung Desa Menjadi Kunci Ketahanan Pangan?

Konsep lumbung desa bukanlah hal baru. Dulu, setiap kampung memiliki gudang penyimpanan beras dan bahan pangan pokok yang dikelola bersama. Saat musim panen melimpah, surplus disimpan untuk menghadapi masa paceklik atau bencana. Tradisi ini terbukti ampuh menjaga kelangsungan hidup masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar.

Dalam konteks bencana Sumatera, banyak desa terisolasi berhari-hari karena jalan putus dan jembatan ambruk. Distribusi bantuan terhambat, menyebabkan warga kesulitan mendapatkan makanan dasar. Jika setiap desa memiliki lumbung yang terisi stok beras, jagung, atau umbi-umbian lokal, masyarakat bisa bertahan lebih lama sambil menunggu bantuan tiba.

Prabowo bahkan mengaitkannya dengan ajaran agama dan kearifan lokal: "Tanyalah kakek-kakek kita, dulu ada lumbung desa. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. Ada masa tujuh tahun baik, lalu tujuh tahun sulit. Saat panen baik, kita simpan untuk masa sulit."

Pemerintah pusat, lanjut Prabowo, akan mendukung penuh program ini. "Kita akan lakukan itu. Kita akan bantu setiap kabupaten mencapai swasembada pangan, termasuk mencari benih yang cocok untuk medan sulit seperti pegunungan."

Langkah Konkret Menuju Swasembada Pangan Berlapis

Visi Prabowo adalah membangun sistem lumbung berjenjang:

  • Lumbung Desa: Stok dasar untuk kebutuhan harian dan darurat lokal.
  • Lumbung Kecamatan dan Kabupaten: Cadangan lebih besar untuk mendukung desa-desa di sekitar.
  • Lumbung Provinsi dan Nasional: Buffer utama untuk situasi krisis skala besar.

Program ini tidak hanya menargetkan pulau Jawa yang sudah relatif maju, tapi juga daerah terpencil seperti Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara. Setiap wilayah akan disesuaikan dengan potensi lokal: padi di sawah, jagung di lahan kering, sagu di hutan, atau ubi di pegunungan.

Selain itu, pembangunan lumbung akan melibatkan petani milenial, teknologi penyimpanan modern untuk mencegah hama, serta integrasi dengan program pertanian intensif. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional, mengurangi impor, dan menekan inflasi bahan pokok.

Pelajaran dari Sumatera: Jangan Tunggu Bencana Berulang

Tragedi Sumatera yang menelan ratusan korban jiwa dan mengungsi ratusan ribu warga menjadi alarm bagi seluruh negeri. Bencana hidrometeorologi seperti ini diprediksi semakin sering akibat perubahan iklim. Tanpa kesiapan mandiri di tingkat bawah, dampaknya akan semakin fatal.

Dengan perintah tegas Prabowo, pembangunan lumbung desa di seluruh Indonesia bukan lagi wacana, melainkan langkah nyata menuju ketahanan bangsa. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kearifan leluhur sekaligus strategi modern menghadapi tantangan masa depan.

Masyarakat diimbau mendukung program ini dengan aktif berpartisipasi di tingkat desa. Karena pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi milik kita semua. Indonesia yang mandiri dimulai dari desa yang kuat.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar