Prabowo Turun Langsung Tinjau Huntara di Agam: Janji Rampung Sebulan, Korban Banjir Bandang Dapat Harapan Baru!
Dengan helikopter kepresidenan, Prabowo mendarat di helipad Lapangan Sepak Bola Ipensi Ngungun, Kecamatan Palembayan. Tanpa membuang waktu, ia langsung menuju lokasi pembangunan huntara yang sedang dikebut pengerjaannya. Di sana, beliau menyapa para pekerja dan memeriksa secara detail fondasi serta struktur bangunan yang mulai berdiri.
"Saya sangat gembira melihat rumah-rumah hunian sementara ini sudah mulai dibangun dengan cepat. Bisa kita pastikan selesai dalam sebulan saja? Agar para ibu dan bapak tidak lagi harus bertahan di tenda darurat," ujar Prabowo dengan tegas di hadapan para pejabat dan warga setempat.
Janji percepatan ini bukan sekadar kata-kata. Pemerintah telah merencanakan sekitar 100 hingga 130 unit huntara di tahap awal, khusus untuk menampung ratusan kepala keluarga dari nagari-nagari terdampak seperti Salareh Aia Barat, Timur, dan sekitarnya. Hunian ini dirancang sederhana namun layak, dengan fasilitas dasar yang memadai untuk kehidupan sehari-hari, sebagai jembatan menuju pemulihan total.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga menegaskan bahwa setelah huntara rampung, langkah selanjutnya adalah pembangunan hunian tetap (huntap). "Kita akan segera lanjutkan dengan rumah permanen. Kualitasnya harus bagus, luasnya cukup nyaman, sekitar 70 meter persegi per unit. Negara hadir penuh untuk saudara-saudara kita di sini," tambahnya, disambut sorak semangat dari warga.
Kunjungan ini menjadi momen mengharukan bagi para pengungsi yang masih bertahan di posko darurat, seperti di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan. Prabowo tak hanya meninjau dapur umum dan layanan kesehatan, tapi juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan cerita mereka tentang hari-hari sulit pasca-banjir bandang yang menghanyutkan rumah dan harta benda.
Seorang ibu pengungsi, dengan mata berkaca-kaca, menceritakan bagaimana keluarganya kehilangan segalanya dalam sekejap. "Kehadiran Bapak Presiden ini seperti suntikan semangat baru. Kami merasa tidak sendiri lagi," katanya.
Prabowo juga tak lupa menyapa anak-anak korban bencana. Di ruang belajar sementara, ia berbincang ringan dengan mereka, bahkan mengajak bernyanyi dan tertawa bersama. Beberapa anak yang bercita-cita menjadi tentara mendapat perhatian khusus, membuat suasana posko pengungsian yang biasanya penuh kesedihan berubah menjadi hangat dan penuh harapan.
Didampingi sejumlah menteri kabinet, panglima TNI, kapolri, gubernur Sumatera Barat, serta bupati Agam, kunjungan ini semakin menegaskan koordinasi lintas instansi yang solid. Semua pihak sepakat untuk mempercepat tidak hanya pembangunan hunian, tapi juga pemulihan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak.
Bencana banjir bandang di Agam memang meninggalkan luka mendalam. Ribuan warga terdampak, ratusan rumah hancur, dan kehidupan sehari-hari terganggu berbulan-bulan. Namun, dengan langkah konkret seperti ini, masa depan mulai terlihat lebih cerah. Janji Prabowo untuk huntara rampung sebulan bukan hanya target, tapi simbol bahwa pemerintah pusat benar-benar peduli dan bergerak cepat.
Warga Agam kini menatap hari esok dengan optimisme baru. Dari tenda darurat menuju hunian sementara, lalu rumah permanen – perjalanan pemulihan ini membuktikan bahwa dalam kesulitan, bangsa Indonesia selalu bangkit bersama.
Kunjungan Presiden ini diharapkan menjadi pendorong bagi daerah lain yang juga terdampak bencana serupa di Sumatera Barat. Percepatan penanganan pascabencana menjadi prioritas utama, agar korban bisa segera kembali menjalani kehidupan normal dan produktif.

