"Rupiah Anjlok ke 16.690: Ancaman Krisis Ekonomi yang Mengintai Indonesia di Akhir 2025 – Apa Langkah Pemerintah Selanjutnya?

"Rupiah Anjlok ke 16.690: Ancaman Krisis Ekonomi yang Mengintai Indonesia di Akhir 2025 – Apa Langkah Pemerintah Selanjutnya?
(Foto : Merdeka.com)

KabarsuarakyatNilai tukar rupiah kembali membuat jantung masyarakat berdegup kencang. Pada penutupan perdagangan Kamis (4/12/2025) sore, rupiah resmi menyentuh level Rp16.690 per dolar AS, angka terlemah sejak krisis moneter 1998 jika disesuaikan dengan inflasi. Pagi ini, Jumat (5/12/2025), tekanan belum juga mereda, bahkan sempat menembus Rp16.720 di pasar spot sebelum Bank Indonesia turun tangan melakukan intervensi.

Kejatuhan ini bukan sekadar angka di papan elektronik bursa. Di lapangan, dampaknya sudah terasa nyata: harga minyak goreng curah melonjak 18 persen dalam dua pekan terakhir, komponen elektronik dan sparepart kendaraan naik hingga 25 persen, dan importir mulai menahan barang di pelabuhan karena takut rugi.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Para pedagang valuta asing di Jakarta dan Surabaya mengungkapkan, ada tiga “badai” yang datang hampir bersamaan. Pertama, kebijakan suku bunga The Fed yang kembali hawkish setelah data tenaga kerja AS jauh lebih kuat dari prediksi. Kedua, capital outflow besar-besaran dari pasar emerging markets, termasuk Indonesia, karena investor global berlindung ke aset aman seperti obligasi AS. Ketiga, defisit transaksi berjalan Indonesia yang membengkak akibat impor bahan baku dan energi yang tetap tinggi, sementara ekspor batu bara dan CPO justru tertekan harga global.

“Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin kita melihat Rp17.000 sebelum tahun baru,” ujar seorang dealer senior di salah satu bank BUMN yang enggan disebut namanya.

Di tengah gempuran ini, Bank Indonesia telah membakar cadangan devisa hingga lebih dari US$4 miliar dalam sebulan terakhir hanya untuk menahan laju rupiah. Namun, banyak ekonom menilai intervensi spot saja tidak cukup. “BI harus berani menaikkan suku bunga acuan lagi, minimal 25–50 basis poin di RDG Desember ini, meskipun itu berisiko mematikan pertumbuhan,” kata Bhima Yudhistira, ekonom senior dari CELIOS.

Sinyal krisis juga mulai tercium di sektor riil. Puluhan perusahaan tekstil di Bandung dan Solo mengaku mulai melakukan PHK bergelombang karena biaya bahan baku denim dan benang melonjak tajam. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bahkan memprediksi ada 1,2 juta pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan pada kuartal I-2026 jika rupiah tidak segera stabil di bawah Rp16.500.

Pemerintah sendiri, melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kemarin malam menyatakan tetap optimistis. “Fundamental ekonomi kita masih kuat. Pertumbuhan kita diproyeksi 5,1–5,2 persen tahun ini, inflasi terkendali di 2,8 persen. Ini hanya gejolak sementara,” katanya dalam konferensi pers darurat.

Namun optimisme pemerintah itu langsung dibalas sinis oleh publik di media sosial. Tagar #RupiahAmbruk dan #Krisis2025 langsung merajai trending topic X sejak pagi tadi, disertai ribuan cerita warganet tentang harga sembako yang “gila-gilaan” dan tabungan yang semakin menipis.

Hari ini, semua mata tertuju pada Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menggelar rapat terbatas dengan seluruh tim ekonomi sore nanti. Isu utama: apakah pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan penyelamatan besar-besaran, termasuk kemungkinan menaikkan pajak ekspor komoditas untuk menambah devisa, atau justru memilih jalan “berdarah-darah” dengan membiarkan rupiah melemah lebih dalam demi menjaga daya saing ekspor.

Yang jelas, bagi rakyat kecil, setiap satu rupiah yang hilang dari nilai tukar adalah satu porsi makan siang yang terpaksa dilewatkan.

Pertanyaannya sekarang hanya satu: mampukah pemerintahan baru ini menghentikan perdarahan rupiah sebelum benar-benar menjadi krisis ekonomi nasional kedua di abad ini?

Kita tunggu langkah nyata malam ini.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar