Tragedi Pantai Bondi: Penembakan Massal Saat Hanukkah Tewaskan 16 Orang, Pelaku Ayah dan Anak

Tragedi Pantai Bondi: Penembakan Massal Saat Hanukkah Tewaskan 16 Orang, Pelaku Ayah dan Anak
(Foto : Radar Surabaya)

KabarsuarakyatPantai Bondi, destinasi wisata ikonik yang biasanya dipenuhi tawa dan debur ombak, kini berbalut duka. Sebuah penembakan massal yang mengerikan mengguncang kawasan ini pada malam 14 Desember 2025, tepat saat perayaan Hanukkah, merenggut nyawa 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Tragedi ini, yang dilakukan oleh duo ayah dan anak, menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah modern Australia, memicu gelombang kemarahan, kesedihan, dan pertanyaan tentang keamanan publik.

Malam yang Berubah Menjadi Mimpi Buruk

Pada pukul 19.30 waktu setempat, suasana meriah di sepanjang promenade Pantai Bondi mendadak berubah menjadi kacau. Ribuan orang berkumpul untuk merayakan malam kedua Hanukkah, dengan lampu menorah menyala terang dan aroma latkes menguar di udara. Tiba-tiba, rentetan tembakan menggema, memecah kehangatan perayaan. Sorak-sorai berubah menjadi jeritan, dan kerumunan berlarian mencari perlindungan.

Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan: dua pria bersenjata, yang kemudian diidentifikasi sebagai ayah berusia 52 tahun dan anaknya yang berusia 24 tahun, melepaskan tembakan secara acak ke arah kerumunan. Mereka menggunakan senapan semi-otomatis, menargetkan siapa saja yang berada dalam jangkauan. “Saya pikir itu kembang api pada awalnya, tapi kemudian saya melihat orang-orang jatuh tersungkur. Itu seperti film horor,” ujar Sarah Mitchell, seorang turis asal Melbourne yang selamat dari insiden tersebut.

Dalam waktu kurang dari 10 menit, 16 orang tewas di tempat, termasuk tiga anak-anak dan seorang rabi setempat yang tengah memimpin doa. Puluhan lainnya luka-luka, dengan beberapa korban masih dalam kondisi kritis hingga pagi ini. Polisi New South Wales (NSW) dengan cepat merespons, menetralkan kedua pelaku dalam baku tembak yang dramatis. Namun, kerusakan sudah terjadi, meninggalkan luka mendalam bagi komunitas lokal dan dunia.

Siapa Pelaku dan Apa Motifnya?

Identitas pelaku segera menjadi sorotan. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa keduanya adalah warga Sydney dengan riwayat kriminal ringan, namun tidak memiliki catatan keterlibatan dalam kelompok teroris. Sang ayah, seorang mantan pekerja konstruksi, diketahui memiliki pandangan ekstremis yang diunggah di media sosial, meski tidak pernah dianggap ancaman serius oleh otoritas. Anaknya, yang baru saja kehilangan pekerjaan, tampaknya terpengaruh oleh ideologi sang ayah.

Hingga kini, motif pasti penembakan masih diselidiki. Beberapa spekulasi menyebutkan kemungkinan kebencian terhadap komunitas Yahudi, mengingat serangan terjadi saat perayaan Hanukkah. Namun, polisi mendesak publik untuk tidak berspekulasi hingga investigasi selesai. “Kami sedang memeriksa semua kemungkinan, termasuk latar belakang ideologi, kesehatan mental, dan faktor sosial,” kata Komisaris Polisi NSW, Karen Webb, dalam konferensi pers pagi ini.

Dampak pada Komunitas dan Reaksi Dunia

Tragedi ini tidak hanya mengguncang Sydney, tetapi juga dunia. Pantai Bondi, yang dikenal sebagai simbol kebebasan dan kebahagiaan, kini menjadi pengingat akan kerentanan terhadap kekerasan. Komunitas Yahudi di Australia, yang berjumlah sekitar 120.000 jiwa, menyatakan duka mendalam. “Hanukkah adalah saat untuk merayakan cahaya dan harapan, tetapi malam ini cahaya kami direnggut,” ujar Rachel Cohen, seorang pemimpin komunitas setempat.

Pemimpin dunia juga bereaksi cepat. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut serangan ini sebagai “tindakan keji yang menyerang hati demokrasi kita.” Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosialnya, menyerukan tindakan global melawan “kebencian dan teror.” Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menegaskan perlunya solidaritas melawan intoleransi agama.

Di media sosial, tagar #BondiTragedy dan #PrayForSydney menjadi trending global, dengan jutaan pengguna berbagi pesan duka dan dukungan. Namun, di sisi lain, muncul pula narasi yang memicu perpecahan, dengan beberapa pihak menyalahkan kebijakan imigrasi atau kontrol senjata yang longgar.

Pertanyaan tentang Keamanan dan Kontrol Senjata

Penembakan ini kembali memanaskan debat tentang kontrol senjata di Australia, yang dikenal memiliki undang-undang senjata api yang ketat sejak pembantaian Port Arthur pada 1996. Bagaimana pelaku mendapatkan senapan semi-otomatis masih menjadi misteri, namun insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang pasar gelap senjata. “Kami bangga dengan sistem kontrol senjata kami, tetapi ini menunjukkan bahwa selalu ada celah yang harus kami tutup,” kata Senator Sarah Hanson-Young dari Partai Hijau.

Selain itu, keamanan di tempat-tempat umum juga menjadi sorotan. Pantai Bondi, yang dikunjungi jutaan turis setiap tahun, kini dipertanyakan keamanannya. Pemerintah NSW berjanji untuk meningkatkan patroli polisi dan memasang lebih banyak kamera pengawas di kawasan wisata. Namun, banyak warga lokal khawatir bahwa langkah ini justru akan mengubah suasana bebas yang menjadi ciri khas Bondi.

Menuju Pemulihan: Solidaritas di Tengah Duka

Meski diliputi kesedihan, semangat kebersamaan mulai muncul. Malam ini, sebuah acara doa lintas agama akan digelar di Bondi Pavilion untuk menghormati para korban. Komunitas lokal juga menggalang dana untuk membantu keluarga yang terdampak, dengan sumbangan yang sudah mencapai ratusan ribu dolar dalam waktu singkat. “Kami tidak akan membiarkan kebencian menang. Kami akan bangkit bersama,” tegas Walikota Sydney, Clover Moore.

Bagi banyak orang, tragedi ini adalah pengingat bahwa perdamaian dan keamanan tidak pernah bisa dianggap remeh. Pantai Bondi, meski kini berlumur darah, tetap menjadi simbol harapan. Di tengah luka, cahaya solidaritas mulai menyala, mengingatkan dunia bahwa cinta dan persatuan selalu lebih kuat dari kebencian.

Tags:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar