Waspada! Bibit Siklon 96S Picu Cuaca Ekstrem di NTB-NTT Libur Nataru
Apa Itu Bibit Siklon Tropis 96S?
Bibit siklon tropis, seperti 96S yang terpantau sejak pagi tadi, adalah tahap awal pembentukan siklon yang bisa berkembang menjadi badai tropis jika kondisi atmosfer mendukung. Menurut pemantauan meteorologi terkini, 96S terbentuk di sekitar Laut Sawu, dekat dengan garis pantai selatan NTB dan NTT. Sistem tekanan rendah ini dipicu oleh suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya, ditambah pengaruh angin muson barat yang kuat.
Bayangkan sebuah pusaran awan raksasa yang sedang 'menarik napas' dari lautan. Itulah gambaran sederhana dari bibit siklon ini. Saat ini, kecepatan angin di sekitar pusatnya mencapai 30-40 knot, dengan potensi meningkat dalam 24-48 jam ke depan. Jika berkembang, ia bisa membawa curah hujan hingga 150 mm per hari, cukup untuk merendam kawasan rendah dan memicu longsor di daerah pegunungan.
Daerah Terdampak dan Prediksi Cuaca Ekstrem
Wilayah NTB, termasuk Lombok dan Sumbawa, serta NTT seperti Flores, Sumba, dan Timor, menjadi pusat dampak utama. Di Lombok Barat, misalnya, pantai-pantai populer seperti Senggigi dan Kuta Mandalika diprediksi akan diguyur hujan lebat disertai gelombang tinggi hingga 4 meter. Hal ini bisa mengganggu aktivitas wisatawan yang berlibur Nataru, terutama mereka yang berencana snorkeling atau berlayar.
Sementara di NTT, kawasan Labuan Bajo—gerbang menuju Taman Nasional Komodo—berpotensi mengalami angin kencang yang mencapai 50 km/jam. Prediksi menunjukkan cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga akhir pekan, dengan puncaknya pada 28-30 Desember. Di Kupang, ibu kota NTT, warga melaporkan sudah merasakan hembusan angin yang lebih kuat sejak kemarin, disertai petir yang menggelegar.
Bukan hanya hujan dan angin, risiko banjir juga mengintai. Sungai-sungai di NTB seperti Sungai Dodokan di Lombok Timur rawan meluap, sementara di NTT, daerah seperti Ruteng di Flores sering kali menjadi korban longsor akibat tanah yang labil. Para petani di kedua provinsi ini khawatir panen mereka terganggu, terutama tanaman padi dan jagung yang sedang dalam fase kritis.
Dampak pada Libur Nataru: Ancaman bagi Wisatawan dan Penduduk Lokal
Libur Nataru tahun ini diproyeksikan menyedot lebih dari 5 juta wisatawan domestik dan mancanegara ke NTB-NTT. Namun, bibit siklon 96S bisa menjadi 'tamu tak diundang' yang merusak rencana. Bandara-bandara seperti Lombok International Airport dan El Tari Airport di Kupang berpotensi mengalami penundaan penerbangan akibat kabut tebal dan angin silang. Jalur darat, seperti Trans Flores Highway, juga rawan macet karena genangan air atau pohon tumbang.
Bagi penduduk lokal, dampaknya lebih dalam. Nelayan di pesisir selatan NTB diminta tidak melaut hingga situasi membaik, menghindari risiko ombak besar yang bisa menenggelamkan perahu kecil. Di desa-desa terpencil NTT, akses listrik dan air bersih sering terganggu saat cuaca buruk, memaksa warga bergantung pada cadangan darurat.
Cerita dari lapangan menambah nuansa manusiawi. Seorang nelayan di Mataram, misalnya, bercerita bagaimana musim hujan tahun lalu menghancurkan jaring ikannya. "Kami harap 96S ini tidak berkembang jadi siklon penuh. Libur Nataru seharusnya waktu panen rezeki, bukan bencana," ujarnya dengan nada prihatin.
Langkah Antisipasi dan Tips Keselamatan
Pemerintah daerah NTB dan NTT telah mengaktifkan posko siaga bencana sejak kemarin. Tim SAR dikerahkan ke titik rawan, sementara evakuasi dini dilakukan di kampung-kampung pesisir. Masyarakat diimbau memantau update cuaca melalui aplikasi resmi atau radio lokal, dan menghindari perjalanan jika tidak mendesak.
Berikut beberapa tips keselamatan sederhana untuk pembaca:
- Persiapkan Perlengkapan Darurat: Sediakan tas siaga berisi air minum, makanan instan, obat-obatan, dan charger portabel.
- Hindari Daerah Rawan: Jauhi sungai, tebing, dan pantai selama hujan deras. Pilih rute alternatif jika bepergian.
- Ikuti Instruksi Resmi: Patuhi peringatan dari BMKG dan pemerintah setempat. Jangan percaya hoaks cuaca di media sosial.
- Bantu Tetangga: Periksa kondisi lansia atau anak kecil di sekitar Anda, pastikan mereka aman.
Dengan langkah proaktif, kita bisa meminimalisir risiko. Ingat, cuaca ekstrem bukan akhir dari segalanya—ia justru pengingat untuk lebih menghargai alam.
Menuju Akhir Tahun yang Aman
Meski bibit siklon 96S membayangi libur Nataru, harapan tetap ada. Prediksi menunjukkan sistem ini bisa melemah jika angin geser atas meningkat, memberikan jeda bagi perayaan Tahun Baru. Tetap waspada, tapi jangan biarkan ketakutan menghalangi semangat akhir tahun. NTB dan NTT, dengan keindahan alamnya, tetap destinasi impian—asal kita siap menghadapi tantangannya.
Pantau terus perkembangan cuaca ekstrem ini melalui saluran berita terpercaya. Selamat libur Nataru, tetap aman!

