Tembus SINTA 2026: Strategi Jitu Pilih Jurnal Favorit Dosen & Mahasiswa Akhir!
Lantas, bagaimana caranya agar naskah Anda tidak berakhir di folder "Rejection" dan bisa langsung dilirik editor? Berikut adalah bocoran strategi yang wajib Anda kuasai.
Jangan Cuma Kejar SINTA 1 atau 2
Banyak orang terlalu ambisius mengincar SINTA 1 atau 2 demi gengsi. Padahal, kuncinya bukan di ranking, tapi di relevansi. Sebelum kirim, coba intip dulu edisi terbaru jurnal incaran Anda. Apakah gaya tulisan dan topik yang mereka bahas benar-benar sejalan dengan riset Anda? Kalau Anda memaksakan masuk ke jurnal yang "rumahnya" beda, jangan kaget kalau naskah langsung dikembalikan dalam hitungan jam.
Intip "Napas" Si Jurnal (Track Record)
Di tahun 2026 ini, transparansi adalah segalanya. Cek berapa lama biasanya mereka memproses satu tulisan. Kalau naskah orang lain butuh waktu satu tahun dari diterima sampai terbit, sementara Anda dikejar tenggat wisuda atau kenaikan pangkat bulan depan, ya jangan nekat. Pilih jurnal yang punya komunikasi cepat dan proses review yang masuk akal.
Waspada Jebakan "Jurnal Instan"
Hati-hati, sekarang banyak oknum yang menjanjikan "pasti terbit" asalkan berani bayar mahal. Di dunia akademik yang semakin ketat, cara-cara instan seperti ini justru bisa jadi bumerang. Nama Anda taruhannya. Jurnal yang sehat justru yang memberikan kritik pedas dari reviewer, karena itu artinya kualitas tulisan Anda sedang diasah, bukan cuma sekadar jual-beli kertas.
Kerapihan Adalah "First Impression"
Editor jurnal itu manusia yang setiap hari melihat ratusan naskah. Kalau pas dibuka formatnya berantakan, sitasinya manual, dan tidak sesuai template, mereka tidak akan lanjut membaca isinya—sebagus apa pun riset Anda. Anggap saja merapikan naskah itu seperti memakai baju rapi saat wawancara kerja. Gunakan aplikasi manajemen referensi agar daftar pustaka Anda tidak amburadul.
Strategi "Amankan" Akreditasi
Ingat, status SINTA itu bisa naik-turun atau malah habis masa berlakunya. Sebelum submit, pastikan status akreditasi jurnal tersebut masih aktif di tahun 2026 ini. Jangan sampai sudah capek-capek menunggu berbulan-bulan, pas terbit ternyata status SINTA-nya sudah hilang.
Kesimpulan Publikasi ilmiah bukan soal siapa yang paling pintar, tapi soal siapa yang paling strategis. Jangan jadikan jurnal SINTA sebagai momok, tapi jadikan sebagai tantangan untuk memvalidasi ide-ide brilian Anda. Riset sehebat apa pun tidak akan ada gunanya kalau cuma jadi penghuni abadi di memori laptop.
%20(1).webp)
