Prabowo Sambut 2026 Haru Biru Bareng Pengungsi Banjir Tapanuli!

Prabowo Sambut 2026 Haru Biru Bareng Pengungsi Banjir Tapanuli!
(Foto : Patrolipost)

KabarsuarakyatDi tengah gemerlap kembang api yang mewarnai malam pergantian tahun di berbagai kota besar, Presiden Prabowo Subianto memilih jalan yang berbeda. Alih-alih berada di istana atau acara mewah, ia justru menyambut tahun 2026 di tengah para pengungsi banjir di Tapanuli, Sumatera Utara. Suasana haru biru menyelimuti momen itu, di mana tawa anak-anak bercampur air mata para korban bencana. Ini bukan sekadar kunjungan protokoler, tapi sebuah cerita tentang kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, terutama di saat sulit.

Malam itu, 31 Desember 2025, hujan deras masih mengguyur sebagian wilayah Tapanuli. Banjir yang melanda sejak akhir Desember telah merendam ribuan rumah, memaksa warga mengungsi ke tenda-tenda darurat. Di salah satu posko pengungsian di Tapanuli Tengah, Prabowo tiba dengan helikopter sekitar pukul 20.00 WIB. Ia tak datang sendirian; rombongan kecil termasuk Menteri Sosial dan beberapa relawan ikut serta, membawa bantuan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan musim dingin. "Saya ingin tahun baru ini kita sambut bersama, sebagai satu keluarga besar Indonesia," ujar Prabowo saat menyapa para pengungsi, suaranya tegas tapi penuh empati.

Latar Belakang Banjir di Tapanuli: Bencana yang Tak Terduga

Banjir di Tapanuli bukanlah hal baru, tapi kali ini skalanya lebih besar dari biasanya. Curah hujan ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim global membuat sungai-sungai seperti Sungai Batang Toru meluap. Ribuan hektar sawah rusak, infrastruktur jalan terputus, dan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Menurut data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 5.000 jiwa terdampak, dengan korban jiwa mencapai belasan orang. Pengungsi tersebar di berbagai posko, termasuk sekolah dan masjid yang dijadikan tempat sementara.

Di tengah krisis ini, kedatangan Prabowo menjadi angin segar. Ia bukan hanya membawa bantuan materi, tapi juga semangat. "Bencana ini ujian bagi kita semua. Tapi ingat, Indonesia kuat karena persatuan kita," katanya dalam pidato singkat di depan tenda utama. Para pengungsi, yang sebagian besar petani dan nelayan, menyambutnya dengan tepuk tangan. Seorang ibu rumah tangga bernama Siti, 45 tahun, berbagi cerita: "Rumah kami hanyut, tapi melihat Pak Presiden datang malam-malam begini, hati kami lega. Setidaknya kami tak merasa sendirian."

Momen Haru: Doa Bersama dan Kembang Api Sederhana

Saat jarum jam mendekati tengah malam, suasana posko pengungsian berubah menjadi lebih hangat. Prabowo duduk lesehan bersama anak-anak, mendengarkan cerita mereka tentang mimpi-mimpi yang tertunda karena banjir. Ada yang bercerita ingin jadi dokter, ada pula yang ingin pulang ke rumah. Presiden pun berbagi kisah masa kecilnya di desa, bagaimana ia belajar ketangguhan dari alam. "Tahun baru bukan tentang pesta, tapi tentang harapan baru," tambahnya.

Tepat pukul 00.00, doa bersama digelar. Suara azan dan doa lintas agama bergema di bawah langit mendung. Tak ada kembang api megah seperti di Jakarta, tapi beberapa petasan kecil dinyalakan oleh relawan, menyemarakkan malam. Haru biru terlihat jelas di wajah para pengungsi. Seorang ayah, Pak Rahman, mengaku ini tahun baru paling berkesan seumur hidupnya. "Biasanya kami rayakan di rumah dengan keluarga. Kali ini, dengan Presiden. Rasanya seperti mimpi," katanya sambil menyeka air mata.

Prabowo tak hanya berdoa; ia juga berjanji percepatan bantuan. "Pemerintah akan bangun kembali rumah-rumah kalian lebih kuat. Infrastruktur anti-banjir akan jadi prioritas di 2026," tegasnya. Ini sejalan dengan program pemerintahannya yang fokus pada ketahanan bencana, termasuk pembangunan bendungan dan reboisasi hutan.

Dampak Positif: Semangat Baru untuk Pemulihan

Kunjungan ini tak hanya menyentuh hati, tapi juga memicu gelombang solidaritas nasional. Di media sosial, tagar #PrabowoBersamaRakyat trending sejak malam itu. Banyak warga dari berbagai daerah mengirim donasi, dari makanan hingga alat sekolah untuk anak-anak pengungsi. Organisasi seperti Palang Merah Indonesia (PMI) melaporkan peningkatan relawan yang ingin membantu di lapangan.

Bagi Prabowo, momen ini memperkuat citranya sebagai pemimpin rakyat. Sejak dilantik, ia sering melakukan kunjungan mendadak ke daerah-daerah terpencil, dari Papua hingga Aceh. "Ini bukan pencitraan, ini panggilan hati," kata seorang analis politik yang enggan disebut namanya. Di Tapanuli, kunjungan malam tahun baru ini menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di saat rakyat membutuhkan.

Tapi, tantangan masih ada. Pemulihan pasca-banjir memerlukan waktu dan dana besar. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran darurat Rp 500 miliar untuk Sumatera Utara, termasuk Tapanuli. Langkah selanjutnya: evakuasi total, distribusi bantuan, dan rekonstruksi. "Kami targetkan dalam tiga bulan, warga bisa kembali ke rumah," ujar Kepala BNPB dalam konferensi pers pagi ini.

Pesan Tahun Baru dari Tapanuli

Saat meninggalkan posko dini hari, Prabowo berpesan: "Mari kita sambut 2026 dengan semangat gotong royong. Banjir ini mengajarkan kita untuk lebih peduli pada alam dan sesama." Pesan itu resonan dengan banyak orang. Di era di mana bencana alam semakin sering, kepemimpinan seperti ini menjadi harapan.

Tahun baru di Tapanuli bukan akhir dari cerita duka, tapi awal dari pemulihan. Para pengungsi, dengan mata penuh harap, kini punya alasan untuk tersenyum. Prabowo telah membuktikan bahwa tahun baru bisa dirayakan di mana saja, asal bersama rakyat. Ini adalah cerita tentang Indonesia yang tangguh, di mana haru biru berubah menjadi kekuatan baru.

Tags:
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar